Warnai Kamarmu: Theater purnama #5 rubel sahaja ciroyom
Sabtu, 12 November 2011
Seperti biasa, kesederhanaan, cinta, gitar, dan bulan purnama. Romantisme malam itu terasa dikala theater di luar dunia sendiri, dunia kampus dengan tembok tingginya, dihiasi anak-anak kota bandung yang mungkin telah dilupakan. Yang berbeda adalah, kali ini pak gamesh mengeluarkan kata-kata saktinya, khusus untuk mahasiswa yang datang malam ini. Begini kira-kira monolog itu berjalan:
“jaman kalian sama jaman saya kuliah ini sungguh berbeda. Jaman ini, keadaan di Indonesia sudah semakin rusak, semakin sulit keadaannya. Lihatlah kalian disini, adik-adik disini. Baru 12 tahun, dengan 3 adik, sudah menjadi tulang punggung keluarga. Keadaan ini makin banyak terjadi, dibalik megahnya lampu kota bandung. Dan hal yang paling menyedihkan dari kemiskinan adalah “terbuang”. Coba lihat, adik-adik ini, mana boleh mereka sholat di salman, diusir mereka. lalu buat apa agama? Coba lihat, perempuan yang sudah remaja pasti sudah making love, yang laki-laki pasti sudah pernah disodomi, karena apa? Karena mrek ga punya keluarga, ga ada yang mlindungi mereka. Saya ga akan bangga kalian menjadi pegawai Freeport atau schlumberger, adik-adik ini ga bangga, masyarakat ga akan bangga. Yang saya bangga kalau kalian merebut saham-saham Freeport dan schlumberger itu, unuk mereka, adik-adik ini, masyarakat kita. Ya memang, kuliah jaman sekarang ini menjauhkan dari realita masyarakat. Agama menjauhkan dari masyarakat. Buat apa kalian belajar kalkulus, manfaatnya ga dapet kan. Buat apa buku-buku tebal itu, adik-adik disini ga merasakan manfaatnya. Mahasiswa-mahasiswa sekalian, ga perlu kalian jauh-jauh kesini, ada banyak juga keadaan seperti ini di sekitar kalian, di dago, monument, dan tmpat lain, cobalah liat , mereka semua membutuhkan kalian. Adik-adik ini ga butuh macem-macem kok, mereka ini Cuma butuh perhatian, tempat curhat, mereka Cuma butuh keluarga. Memang banyak pengorbanan yang dilakukan relawan disini, itu karena mereka sendirian. Kalau kita bergerak bersama tentu beban itu akan berkurang.”
…..